Skip to content

Akhirnya… Positif Juga!

March 19, 2013

Skripsi menjadi momok sebagian orang. Ketika aku masih semester bawah, aku lihat banyak seniorku yang begitu gusar membicarakan tentang skripsi. “Aduh, gue blablabla. Belum blablala, nanti blablala….. etc”.

Yang ada di pikiranku saat itu adalah “Bukannya pas kuliah sering dikasih tugas bikin makalah? Kenapa bisa bingung?”

Mungkin aku terlalu ndableg, sehingga menggampangkan apa yang orang anggap sulit. Tapi aku memang membiasakan diri tak menakuti apa yang tak sepatutnya ku takuti. Contohnya saat ini. Aku mencoba melawan rasa takutku akan angka.

Masa SMP adalah waktu suram bagiku. Guru matematikaku membunuh kemampuan dan kecintaanku akan angka. Aku dibilang bodoh di depan kelas untuk satu kesalahan kecil. Sejak saat itu, aku yang semasa SD sangat cinta ilmu hitung berubah 180 derajat menjadi benci. Aku tak sudi memilih penjurusan yang berhubungan dengan angka.

Lulus SMA, aku pernah sangat ingin masuk sekolah nuklir. Tapi di sana ada syarat bahwa nilai matematika dan kimiaku harus minimal 8. Aku mundur. Aku mencoba masuk teknik. Setelah tanya sana-sini, orang bilang matematika di teknik jauh lebih kejam daripada yang ku pelajari di sekolah. Aritmatika sosial, integral, dan kalkulus yang diajarkan jauh lebih rumit dan mendalam. Oh tidak, aku benci itu.

Berdasarkan saran eyang dan bulek, aku diminta mencoba masuk STAN. Namun aku sudah malas. Akuntansi juga merupakan salah satu ilmu yang aku benci. Aku tak suka angka. Sekalipun aku mengikuti ujian masuknya sampai selesai, tetapi hati ini terus menerus menolak jika aku diterima masuk di sana. Tak mengapa aku jauh dari kampung ikut ujian di Jakarta. Apa yang ku lakukan hanya untuk menyenangkan keluarga, bukan karena ingin masuk di sana.

Tuhan memberikanku jalan. Aku menerima beasiswa dengan jurusan yang bisa bebas ku pilih. Tadinya aku menempatkan Perbankan Syariah sebagai jurusan utama yang ku pilih. Mengingat perbankan berhubungan dengan angka pula, aku pun menggantinya menjadi nomor dua. Komunikasi lah yang ku tempatkan pada pilihan pertama. Ilmu sosial pasti jarang ada angka. Pikirku.

Dan ternyata aku salah. Di ilmu komunikasi pun masih ada angka bertebaran. Ada mata kuliah kewirausahaan, ekonomi, dan statistik. Aku masih harus merelakan mata menghitung rumus agregate, populasi dan sampel, serta deretan angka yang harus dimasukkan ke SPSS. Di situ aku berpikir “Baiklah, i hate you damn numbers!”

Belum lama ini aku punya pandangan baru. Kalau tidak ku lawan, mau sampai kapan aku takut angka? Di sini aku melawan segala rasa paranoid. Aku tak mau kemampuanku terbatas hanya karena rasa benci ataupun pengalaman masa lalu yang buruk. Percaya atau tidak, ini seperti keajaiban. Seminggu ini aku sempat jadi guru pengawas ujian. Ketika melihat soal ujian matematika, ada rasa tertarik yang luar biasa untuk mencari jawabannya. Murid-murid ku biarkan sibuk mengerjakan soal dan berbisik-bisik ‘meminta bantuan’ pada temannya. Aku? Satu lembar HVS penuh coretan rumus terpampang di mejaku.

Begitupun dengan skripsi. Awalnya aku mengambil skripsi dengan judul yang merujuk ke arah penelitian kualitatif. Karena merasa sudah terbiasa dengan metode itu, aku memilih untuk menggantinya dengan penelitian kuantitatif. Aku ingin menaklukan keterbatasan diri.

Manusia adalah apa yang dipikir dan dirasa.  Aku punya hati dan pikiran yang ingin selalu positif. Karena Tuhan pun menganjurkan demikian “Aku sesuai sangkaan hamba-Ku”. Setiap ada musibah, aku anggap itu ladang pahala bagiku. Karena dalam setiap kesabaran, ada dosa yang akan dihapus. Begitupun dengan kesenangan. Aku anggap itu berarti waktunya bagiku diberi kemampuan untuk berbagi.

We are what we think and feel. Keep it positive, keep struggle😀

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: