Skip to content

Ujian Nasional dari Tahun ke Tahun Makin Ribet

April 14, 2013

Senin, 15 April seluruh siswa SMA-SMK menjalani ujian nasional. Sebagai tim pengawas ujian, aku merasa kasihan. Bayangkan, soal ujian sudah pasti menjadi hal yang menegangkan bagi siswa. Namun, ternyata cara mengisi LJUN dan tata cara lainnya pun tak jauh lebih mengerikan.

 

LJUN yang Nempel

LJUN tahun ini digabung dengan lembar soal. Setelah semua identitas dan data diri siswa sudah diisi, LJUN harus dipisahkan dari soal dengan cara dirobek. Oleh karena itulah, tahun ini para peserta UN wajib membawa penggaris 30cm sebagai alat untuk merobek LJUN tersebut. Nah, bagaimana kalau LJUN nya robek? Pokoknya harus ganti. Tak peduli robeknya hanya secuil.

LJUN tidak bisa dideteksi dengan baik oleh scanner ujian kalau terjadi kerusakan entah karena robek atau basah. Jadi, siswa tidak boleh ceroboh menempatkan LJUN sebagai alas mengerjakan soal.

 

Soal Rusak, Ganti Dari Awal

Entah karena sudah mulai booming sistem barcode atau karena alasan lain, lembar soal ujian tahun ini memakai barcode di pojok kanan atasnya. Paket soal dan jawaban sudah dijadikan satu dengan barcodenya. Jadi semisal ada paket soal yang salah, contohnya ada nomor yang kurang atau halaman yang kurang lengkap, maka soal tersebut harus diganti sekaligus dengan LJUN nya. Whoaaah merepotkan. Betapa kasihannya siswa yang mengerjakan ujian *sigh*

Namun ada dua jenis kesalahan untuk LJUN dan soal. Kalau soalnya saja yang rusak, siswa masih bisa ganti dengan soal lain yang sepaket. Lalu, siswa tinggal melanjutkan nomor soal yang belum dikerjakan. Misalnya siswa sudah mengerjakan hingga nomor 20 lalu nomor 21 tidak ada soalnya, setelah ganti soal baru dengan paket yang sama, siswa tinggal melanjutkan dari nomor 21 hingga nomor terakhir.

Karena LJUN nya pun harus diganti, maka soal + LJUN yang dikumpulkan siswa jadi ada dua. LJUN pertama dengan soal yang cacat dan LJUN kedua dengan soal yang lebih lengkap.

Nah, yang mengerikan adalah ketika LJUN nya yang rusak. Mau tidak mau, siswa harus ganti paket soal + LJUN yang baru dan mengerjakan semuanya mulai dari nomor 1 lagi. Pffft!

Saya sendiri salah satu orang yang kurang setuju dengan adanya UN. Saya lebih suka menilai proses daripada hasil.

Anyway, selamat menempuh ujian nasional untuk anak-anakku. Semoga kalian tak lupa, bahwa ada banyak faktor penentu lulus atau tidaknya kalian. Antara lain dengan berbuat baik pada Allah dan sesama. Banyak orang cerdas tapi mereka kurang beruntung, karena mereka tak pernah peduli pada Tuhannya.

Semoga sukses.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: