Skip to content

Sebaik-baiknya Wanita adalah yang Murah Maharnya

April 27, 2013

Aku teringat pada percakapan dengan salah satu teman di sosial media. Dia membagikan status temannya yang berbunyi demikian “Betapa susah mencari perempuan yang ingin dinikahi tanpa meminta mahar yang mahal”. Lalu aku komen di situ.

“Maharku mudah, tapi aku belum juga menikah”.

Temanku membalas komentarku “Emang apa maharnya?”

Aku menjawab “Surat Al Ikhlas 3x”

Dia menimpali “Itu aja? Udah?”

“Ya. Cukup itu”.

Temanku langsung mengirimiku pesan. Dia menanyakan mengapa hingga sekarang aku belum menikah. Aku bilang, memang belum waktunya. Dia tidak percaya.

“Mbak pasti tahu, jodoh itu diusahakan”

Dengan malas aku menjawab, “Benar”. Sebelum dia menceramahiku, aku memotong pembicaraan “Saya punya tanggungan. Ada adek yang ingin saya sekolahkan, dan saya sendiri masih mau lanjut studi”

“Kalau begitu gampang, tinggal minta calon suami untuk menanggung semua biaya hidup keluarga Mbak. Termasuk menyekolahkan adek. Mintalah itu sebagai mahar”, saran temanku.

Aku tahu, dalam Islam, mahar adalah hak wanita sebagai pihak yang dilamar. Aku sudah menetapkan harga untuk maharku. Untuk menutup obrolan, aku bilang pada temanku itu.

“Setiap usaha pasti ada tantangan. Termasuk usaha untuk menikah. Wanita yang maharnya mahal membuat laki-laki harus susah payah mencari uang sampai ada pula yang mundur karena terlalu berat. Lalu wanita seperti saya yang maharnya sangat mudah, taruhannya adalah akidah calon suami saya.”

Aku menutup sosial media itu. Mengakhiri pembicaraan.

 

Sekedar mengingatkan, untuk para kaum hawa :

“Sesungguhnya wanita yang paling banyak berkahnya adalah wanita yang paling sedikit/murah mas kawinnya.”

From → Mama Speaks, My Words

3 Comments
  1. mifta permalink

    redaksi haditsnya
    Rasulullah bersabda:”Sebaik-baik mereka (wanita) ialah yang paling mudah maharnya” (HR. At-Tirmidzi)

    mudah bukan sedikit

  2. ayesha permalink

    kemarin aku juga bawa sabda Rasulullah yang soal mahar itu sama orang yang melecehkan jumlah maharku, mbak. tapi tuh orang malah balas, “iya, tapi sebaiknya laki2 adalah laki2 yang sanggup memberi mahar mahal kepada wanitanya.” Nah lo.. gimana tuh mbak? bantahan dia tuh ada hadisnya nggak? mohon pencerahannya soalnya pengetahuan agama saya masih kurang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: