Skip to content

Aku Memilih Diam

May 13, 2013

Ketika kalut datang, aku hanya bisa bertutur dalam diam. Sebab lisanku terkadang tajam seperti sembilu. Aku bisa mengoyak tanpa ampun untuk setiap hati yang ku benci.

Jangan pernah korek, jangan coba tanya mengapa. Sebab setiap butir kata yang keluar hanya menjadi pembuka sumbat segala amarahku.

Kadang tak selalu amarah yang ku rasa. Hanya resah biasa. Tetapi ketika aku tak mampu menghilangkannya, rasa tertekan pun muncul tanpa ampun.

Nyeri hatiku serasa dikoret. Meledak sudah segala pertahananku. Yang aku butuhkan hanya menggerakkan bibir.

Bibir yang mengerucut menahan segala luap emosi.

Innallaha ma’asshobirin. Aku rasa bersabar adalah hal yang paling tepat ku lakukan. Sekalipun aku lebih sering hilang kendali. Tapi setidaknya, ini bisa mengurangi bencana luka yang akan datang karena lisanku.

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: