Skip to content

Talak Aku Sekarang Juga!

June 1, 2013

Membaca berita di media akhir-akhir ini, makin banyak perempuan yang minta cerai. Ini sih menurut pengamatan pribadi ya, justru kebanyakan yang minta cerai itu pihak istri. Entah efek emansipasi yang diusung oleh golongan tertentu atau memang beginilah keadaan manusia mendekati akhir jaman. Semua serba terbalik.

Beberapa teman yang sudah janda, mereka mengaku minta talak suami karena sering disakiti. Ada yang diselingkuhi, ada yang tak pernah dinafkahi, ada pula yang merasa hanya dijadikan sebagai obyek pemuas seks. Naudzubillah! Tapi ada juga yang cerai baik-baik. Si suami minta ijin nikah lagi, istri tak mengijinkan dan minta cerai, suami pun langsung menjatuhkan talak saat itu juga. Tak tanggung-tanggung, langsung talak tiga. Itupun si istri yang meminta.

Talak atau cerai sendiri sebetulnya hal yang dibenci oleh Allah. Tapi untuk beberapa alasan, talak dianggap boleh dan dihalalkan. Apa saja alasannya?

 

Allah Subhanhu wata’ala berfirman,

فَإِنْ خِفْتُمْ أَلا يُقِيمَا حُدُودَ اللَّهِ فَلا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا فِيمَا افْتَدَتْ بِهِ

“Jika kamu khawatir bahwa keduanya (suami istri) tidak dapat menjalankan hukum-hukum Allah, maka tidak ada dosa atas keduanya tentang bayaran yang diberikan oleh istri untuk menebus dirinya.” (al-Baqarah: 229)

al-Hafizh Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya 1/483 berkata, “Jika terjadi ketidak cocokan antara suami-istri dan istri tidak menunaikan hak suami dan bahkan tidak menyukainya serta tidak mampu bergaul dengannya, maka boleh bagi istri memberi tebusan atas pemberian suami dan tidak mengapa ia memberikan tebusan itu kepada suaminya dan tidak mengapa pula suami menerimanya.” Ini yang disebut Khulu’.

Jika istri meminta cerai dari suaminya tanpa alasan Syar’i, apa ancaman bagi istri atas perbuatannya itu?

Dari Tsauban Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Wanita manapun yang meminta cerai suaminya tanpa alasan yang diperbolehkan syara maka haram baginya bau surga”. (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Ibnu Hibban dalam Shahihnya menyatakan bahwa hadits ini Hasan).

 

Nah, semoga kita bisa membina rumah tangga yang baik tanpa perlu ada perceraian. Bukan status janda atau dudanya yang dirisaukan, tapi perasaan buah hati kita nantinya jika orangtua berpisah.  Terlebih lagi, nama keluarga yang akan kita buat jatuh apabila anaknya sampai bercerai. Apalagi cerainya tidak dengan cara baik-baik :D

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: