Skip to content

Muktamar HTI : Antara Penegakan Khilafah dan Pelecehan pada Negeri Sendiri, Indonesia

June 14, 2013

Ada rasa yang mengganjal berkaitan dengan siaran HTI di TVRI beberapa waktu lalu. Dalam tayangan itu, jelas-jelas ditampilkan ketua HTI menyatakan bahwa Indonesia adalah negara kafir yang tak pantas dibela. Yang seharusnya dibela adalah tegaknya khilafah di muka bumi ini. Hukum yang dipakai haruslah berlandaskan syariat keislaman.

Aku muslim. Aku cinta agamaku. Tapi aku kurang sreg pada pernyataan itu. Di tayangan itu juga ditambahkan bahwa demokrasi adalah sistem yang buruk. Negeri ini pemimpinnya banyak yang korup. Lalu apa lagi yang mau diharapkan? Penegakan khilafah lah jawabannya.

Aku kurang begitu paham tentang jalan pikiran mereka. Aku mengakui bahwa negeri ini sangat rusak. Tapi yang aku tahu, ketika masih SD aku mendapat pelajaran bahwa ada tiga sebab yang membolehkan kita marah.

Pertama pada orang yang menghina nama baik keluarga.

Kedua pada orang yang menghina nama baik bangsa dan negara.

Dan yang ketiga, pada orang yang merusak lingkungan.

Jelas, aku rasa perasaan marah pada mereka sangat pantas dan wajar. Mereka mau bilang apa? “Kami sedang berusaha menegakkan syariat Islam”. Apakah dengan cara melecehkan negeri ini?

Dulu banyak pejuang muslim yang merebut kemerdekaan negeri nan elok ini dari penjajah. Kalau mereka memang merasa seharusnya Indonesia jadi negara Islam, kenapa tidak ditendang saja orang-orang nonmuslim dari sini?

Setauku Rasulullah sangat mencintai perdamaian. Pada jamannya, beliau membiarkan orang nonmuslim hidup damai tanpa diusik. Ada banyak kisah yang menceritakan tentang sikap toleransi yang beliau miliki.

Pertanyaannya sekarang, mengapa TVRI sebagai TV publik begitu ‘tega’ menayangkan acara semacam itu? Kalau Papua, Ambon, dan GAM diredam pemerintah dengan senjata, mengapa HTI yang menyatakan ‘memilih jalan sendiri’ dibiarkan begitu saja? Ditayangkan pula secara live dan ditonton jutaan mata di negeri ini.

Mohon bagi kalian yang termasuk anggota HTI atau yang merasa punya jawaban, boleh berpendapat. Mohon maaf apabila ada salah kata. Sebagai muslim sekaligus warga negara Indonesia, acara itu membuat hati saya terluka. Terima kasih.

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: