Skip to content

Sekali-Kali Jatuh, Boleh Lah

August 3, 2013

Terkadang rasa marah rasanya tak nyaman jika dipendam. Menumpahkannya pasti akan terasa jauh lebih baik. Namun sekali lagi, semuanya harus dikembalikan pada diri sendiri.

Ketidakmampuan dan hambatan yang melintang bukanlah tanggung jawab siapa-siapa. Diri kita lah penentunya.

Ketika orang terlahir miskin, itu adalah takdir. Tetapi jika dia meninggal dalam keadaan (masih) miskin pula, itu adalah pilihan hidupnya. Tanyakan padanya : mengapa selama hidup dia tak berusaha menggapai rizki sebanyak mungkin?

Bukan, ini bukan tentang harta ataupun keserakahan. Hanya ingin mengingatkan diri sendiri tentang arti perjuangan. Kala masih bayi hingga adolosense, tak apa kita merengek minta ini itu. Namun semua harus berhenti ketika kita masuk usia baligh. Dewasa, kata orang awam.

Ada yang bisa main tunjuk ini itu, entah pada orangtua, keluarga, ataupun pasangan. Sebagian lagi hanya bisa memimpikannya. Namun kebanyakan harus berusaha menghapus semua mimpi dan keinginannya demi harapan orang lain.

Hidup tak selalu seperti apa yang kita inginkan. Kalau demikian terjadi, maka hidup akan membosankan. Ketika remote ada di tangan kita, maka tak akan ada lagi tantangan yang kita dapat.

Sekali-kali terjatuh boleh, asal kita bisa melenting lebih tinggi lagi. Dan yang pasti, jangan sampai menjatuhkan orang lain!😀

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: