Skip to content

Wanita, Senjata Iblis Menjerumuskan Manusia (Dialog Nabi Yahya dengan Iblis)

September 21, 2013

Abu Muqatil meriwayatkan dari shalih Bin Sa’id, dari Abu Sahl dari Al Hasan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

Suatu ketika iblis sang musuh Allah, mendatangi para nabi dan berbicara dengan mereka. Ia mendatangi semua nabi, mulai dari nabi Nuh AS sampai Nabi Isa Ibn Maryam, serta kepada nabi-nabi yang hidup diantara keduanya. Hanya saja, tidak ada nabi yang paling banyak dan paling enak diajak bicara kecuali nabi Yahya Ibn zakariya a.s.

Suatu saat iblis menemuinya.

Nabi Yahya bertanya: “Terangkanlah padaku sesuatu yg paling menjadi harapanmu, yang paling menguatkan punggungmu, yang paling menghibur juru tulismu, yang paling menyenangkan matamu, dan yang paling menggembirakan hatimu?”

Iblis menjawab: “Nabi Allah, aku khawatir anda menceritakan hal ini kepada orang lain sehingga mereka akan menjaga diri dari hal itu, dengan begitu semua tipu muslihatku akan gagal.”

Nabi Yahya berkata: “Dalam kitab suci, Allah telah menceritakan kondisimu berikut tipu muslihatmu kepada para nabi dan waliNya. Mereka pun telah menjaga diri dengan cara mereka. Sementara orang-orang yang sesat, kamu pasti lebih bisa menguasai mereka. Kamu dapat mempermainkan mereka seperti tongkat yang dipukulkan kepada bola. Keteranganmu kepada mereka tidak lebih diperhatikan dan di camkan daripada ucapan Allah.”
Iblis kemudian menjelaskan, “Nnabi Allah, hal yg paling aku harapkan dan paling menyenangkan diriku adalah wanita. Ia merupakan jerat, perangkap dan anak panah yg selalu tepat mengenai sasaran. Aku selalu berhasil dengan mereka. Aku berhasil menjatuhkan wanita dalam kebinasaan. Ketika menggoda para ahli ibadah dan ulama, mereka bisa mengalahkanku. Lalu aku kirimkan pasukan untuk menyerang mereka, tetap pasukanku pun kalah. Pada saat demikian aku ingat dengan wanita sehingga diriku menjadi tenang, amarahku menjadi reda, emosiku lenyap, jiwaku menjadi tenang dan kekuatanku menjadi bertambah.

Seandainya wanita itu bukan dari keturunan Adam, pasti aku akan bersujud kepada mereka. Mereka adalah maduku, jimat mereka ada padaku. Setiap mereka memiliki kebutuhan, maka aku berusaha membantu mereka untuk memenuhi kebutuhannya. Pasalnya mereka adalah harapanku, sandaranku, gantunganku, orang kepercayaanku, dan pembantuku.”

 

Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/5114501505346a8f33000004/bentuk-amp-rupa-asli-iblisdialog-iblis-dengan-nabi-yahya-as/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: