Skip to content

Surat Cinta Deretan Angka

November 17, 2013

Setiap bulan aku menerima surat cinta. Coklat warna amplopnya. Di bagian depan, ada secarik kertas berisi deretan angka. Itulah hasil keringatku selama sebulan. Dengan isinya, aku bisa membagi ceria. Pada mereka yang kurang mampu, pada kedua orangtuaku, dan pada diriku sendiri.

Orang bilang uang tak bisa membeli kebahagiaan. Tapi bagiku, uang bisa menjadi sarana kebahagiaan macam apa yang kita pilih. Tak harus selalu tentang materi, sebab bisa memberi pun jadi bahagia tanpa tanding.

Tak banyak yang mau menjalani profesi dengan gaji kecil. Kau perlu memeras otak dan mengerahkan segala energi untuk mendapat penghasilan lebih. Bahkan untuk makan dan transport pun kau masih harus mengharap bantuan orang lain.

Ada yang bilang, ketika hati telah memilih, maka segala logika akan terpatahkan. Sejujurnya aku sendiri lebih banyak dipengaruhi perasaan ketika bertahan dengan pekerjaan ini. Mendidik generasi bangsa dan berhadapan dengan mereka membuatku menemukan kebahagiaanku sendiri. Aku merasa bahagia. Sekalipun rasa bahagia itu terkadang sirna ketika isi dalam surat cintaku itu mulai menipis.

Tinggal hitungan lembar.

Logikaku masih berjalan dengan baik. Suatu saat mungkin aku akan resign. Tapi surat cinta akan tetap ku terima setiap bulannya. Mungkin tak lagi dari tempat bekerja, melainkan dari suami tercinta.

Sebagian orang menyebutnya dengan… setoran!😀

 

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: