Skip to content

Karma Does (not) Exist, Just Take Your Responsibility

November 23, 2013

Menertawakan orang yang sedang terpuruk kadang bisa jadi kesenangan kalau kita dalam keadaan membencinya. Setidaknya itu pernah terjadi padaku. Aku juga pernah melakukan sesuatu yang buruk pada orang lain, lalu aku mendapatkan pengalaman buruk di kemudian hari.

Awalnya aku tak bermaksud menghubung-hubungkan. Terpikirkan pun tidak. Namun kalian tahu tentang ilmu hikmah? Ada kalanya Allah memberikan penjabaran akan suatu hal pada kita melalui batin. Kita akan mengerti hikmah suatu kejadian agar menjadi pelajaran.

Di situlah aku bisa menangkap mengapa aku merasa tersakiti pada suatu waktu.

Aku bukan orang yang percaya karma. Bahkan aku pernah diancam bahwa karma akan mengikutiku. Tapi aku percaya bahwa Tuhan Maha Pengasih, maka tak mungkin akan ada dosa turunan. Yang ada hanyalah pertanggung jawaban atas perbuatan masing-masing.

Dunia ini hanya gambaran pikiran kita. Semesta adalah cermin yang siap memantulkan apapun yang keluar dari diri kita. Yang baik akan mendapat kebaikan, begitupun sebaliknya.

So.. why’d you still afraid of karma? Don’t you believe in God?

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: