Skip to content

Hati Tahu, Siapa yang Layak Dikasihi

January 11, 2014

Bahagia itu ketika kita diperjuangkan orang lain. Bukan dilepas atas dasar pasrah. Sebab Tuhan pun menyukai orang yang berjuang. Pasrah itu nanti, ketika segala usaha kita tak menuai hasil sesuai keinginan.

Pepatah Jawa mengatakan “Urip iki mung nglakoni”. Hidup ini hanya sekedar menjalankan. Apapun yang terjadi harus diterima dengan ikhlas. Tapi bertumpu pada kata ‘nglakoni’ atau menjalankan, ada usaha yang ditekankan di dalamnya.

Tuhan menjamin doa setiap hambanya. Jika belum dikabulkan sekarang, pasti akan dikabulkan di lain waktu. Bisa juga bukan dalam bentuk sama persis apa yang kita inginkan, tapi berupa keajaiban berharga yang tak semua orang mendapatkannya.

Lalu, apakah cukup dengan bersimpuh meminta maka semua keinginan akan terwujud?

Pada dasarnya, perjuangan membuat sesuatu menjadi lebih berharga. Begitupun hati. Seonggok daging itu tahu, ketika ada yang berjuang untuk pemiliknya, maka dia akan mengunci nama orang itu rapat-rapat di dalamnya. Hanya ada kasih yang memenuhi ruangannya.

Untuk orang itu, untuk orang yang memperjuangkan kita.

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: