Skip to content

Ketika Ada yang Hilang, Rindu pun Menguak

February 17, 2014

Kita akan merindukan keramaian ketika sepi mencekam. Pada malam yang tak bersuara, bahkan jangkrik pun enggan berderik.

Angan-angan menghantui. Bayangan absurd yang sebetulnya tak ada mulai meraja. Ketakutan, kesepian, dan kesendirian bisa melumpuhkan ketenangan.

Biasanya mereka ada. Biasanya mereka membuatku jengkel dengan suara-suara tingginya. Tapi beberapa hari ini mereka hilang. Lenyap, entah ke mana.

Kerap ku tajamkan pendengaran. Sering batinku menebak-nebak. Bahkan ketika ada deru kendaraan lewat, aku selalu berharap itulah mereka.

Namun tidak.

Aku tetap tak menemukan siapa-siapa. Pintu-pintu itu tetap tertutup rapat. Gelap dalamnya, pertanda tak ada penghuninya. Terkadang batin merasa terganggu ketika anganku mulai liar memberi bayangan menakutkan.

Tapi… Bukannya aku bersama Tuhan?

Manusia yang beribadah mestinya tak boleh takut. Hanya pada Tuhan saja ia boleh merasa kecil dan tak berarti.

Kini aku tau, tak boleh lagi menggerutu dengan kegaduhan yang mereka buat. Sebab aku rindu itu semua. Aku ingin mendengar mereka tertawa lepas hingga tengah malam.

Amubaaaaa di mana kalian? T____T

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: