Skip to content

Review Film 300 The Rise of An Empire : Tentang Barat yang Tak Pernah Mau Kalah

March 11, 2014
adegan terkenal Leonidas di film 300 yang sedang berteriak "SPARTAAAAN!"

adegan terkenal Leonidas di film 300 yang sedang berteriak “SPARTAAAAN!”

Heihoooo siapa yang inget film 300 dengan aktor Gerard Butler sebagai King Leonidas? Sampe sekarang posenya waktu teriak “Spartaaaan!” masih banyak dipake sebagai avatar oleh banyak orang di sosial media. Tahun ini rilis versi terbarunya, dengan judul “300 The Rise of An Empire”.

Mau tau apa bedanya dari yang pertama? Yang pasti film terbaru ini menjawab segala pertanyaan atau kisah terselubung di film lamanya. Tentang siapa itu Xerxes, mengapa Persia menyerang Yunani, dan bagaimana kelanjutan dari 300 yang lama. Kalo pernah nonton versi lama, pasti masih penasaran karena filmnya emang ngegantung😀

 

Kematian King Leonidas dan 300 Kesatria Sparta

Film 300 The Rise of An Empire dibuka dengan adegan kematian King Leonidas bersama 300 orang kesatria Sparta. Di film lamanya, memang dikisahkan bahwa Leonidas membawa 300 orang pasukan untuk melawan raja Xerxes dari Persia. Sebetulnya Leonidas sudah diperingatkan oleh para dukun dan peramal, bahwa mereka akan mengalami kekalahan telak. Namun karena kecintaannya pada tanah air (Yunani) dan jiwa Sparta-nya yang memang berani mati, Leonidas tetap berangkat berperang.

Lalu berangkatlah mereka ke gerbang neraka. Di sana Leonidas dan 300 pasukannya mati dibantai oleh ribuan pasukan Persia. Jumlah yang timpang sebetulnya. Daaaaan…. di situlah ada adegan favorit gue! Sampe sekarang gue masih inget! Ketika Leonidas mau mati, dia menengadahkan wajahnya ke atas, sambil berteriak “My Queen! My Wife! My Love!”. Aaaak itu so sweet banget.

Nabi Muhammad waktu mau meninggal, beliau memanggil umatnya tiga kali “Umatku, Umatku, Umatku”. Tapi ini, King Leonidas memanggil istrinya dengan tiga sebutan berbeda. How sweet! Di situlah awal mula gue ngefan sama Gerard Butler. Harusnya sih yang keren script writernya ya, karena bisa menciptakan suatu adegan dan monolog semanis itu🙂

adegan pembuka, kematian Leonidas beserta 300 kesatria terbaiknya

adegan pembuka, kematian Leonidas beserta 300 kesatria terbaiknya

 

Themistokles, Kesatria dari Athena

Di film terbaru ini juga muncul sosok Themistokles, seorang kesatria dari Athena. Dia awalnya adalah seorang prajurit biasa. Ketika Raja Darius dari Persia hendak menyerang Yunani, Themistokles memimpin serangan fajar kepada seluruh prajurit maritim Persia. Hasilnya? Pasukan Persia dapat dipukul mundur.

Pasukan Athena yang jumlahnya saat itu hanya sedikit mampu melumpuhkan Persia yang membawa armada kapal dalam jumlah ribuan. Maksud kedatangan Persia sendiri adalah mau menaklukan Yunani yang saat itu belum bersatu. Ada bangsa Athena, Sparta, dan berbagai bangsa lainnya.

Nah, Themistokles inilah pahlawan saat itu yang memang punya kemampuan maritim yang luar biasa. Ketika pasukan Persia mau mundur, Themistokles merentangkan busur panah dan mengarahkannya pada Raja Darius. Xerxes, anak Darius yang saat itu berada di kapal berteriak histeris karena tahu bahwa ayahnya menjadi sasaran panah Themistokles. Namun terlambat. Panah Themistokles yang dibidik dari arah darat tepat mengenai dada Darius yang saat itu berada di kapal.

Peperangan pun berhenti dengan kemenangan Athena. Darius dibawa pulang ke istananya. Sebelum meninggal, dia berpesan pada Xerxes agar jangan berani lagi mencoba untuk menjajah Yunani. Hanya para Dewa yang mampu melawan Yunani. Begitulah pesan Darius, yang ditutup dengan nafas terakhirnya.

 

Xerxes, Sang Raja Dewa

Xerxes adalah putra satu-satunya Raja Darius. Setelah ayahnya meninggal, dia mengalami masa berkabung selama tujuh hari. Ketika hari ke delapan, Xerxes mendapat pengaruh dari Artemisia, komandan pasukan maritim Persia untuk membalas dendam kepada Athena, kepada Yunani.

“Kalau ayahmu bilang bahwa Yunani hanya bisa dikalahkan oleh para dewa, maka jadilah kau raja dari para dewa”. Itulah bisikan Artemisia kepada Xerxes. Dengan ramuan dari para dukun, Xerxes melakukan perjalanan jauh menyusuri gurun pasir menuju sebuah gua pertapa. Di dalam gua itu tinggal makhluk jahat yang menghuni sudut hati manusia. Apalagi kalau bukan iblis?

Xerxes yang dalam keadaan setengah sadar karena terlalu lelah itupun langsung masuk ke dalam air kolam, menyerahkan seluruh jiwanya kepada iblis. Ketika itulah, dia berubah menjadi manusia kuat. Manusia setengah dewa. Matanya  menyala terang bagaikan api, dan tubuhnya pun menjadi lebih tinggi.

Xerxes siap untuk membalas dendam kepada Yunani atas kematian ayahnya, Raja Darius.

penampilan Xerxes setelah bersekutu dengan iblis

penampilan Xerxes setelah bersekutu dengan iblis

 

Artemisia, Komandan Maritim Persia

Artemisia sebetulnya adalah orang Yunani. Namun pada masa kecilnya, dia melihat kedua orangtuanya dibunuh oleh pasukan sipil Yunani. Ibunya diperkosa di depan matanya, ayahnya ditebas lehernya. Dia hanya menangis menyaksikan itu semua, namun tak berusaha lari. Dia pun akhirnya ditangkap oleh pasukan Yunani dan dibawa di dalam sebuah kapal yang berisi budak. Tangannya diikat pada geladak. Tragis, dalam kapal itu dia juga menjadi budak nafsu para budak lelaki. Hidupnya seolah tak berarti.

adegan ketika Artemsia kecil melihat kedua orangtuanya dibunuh

adegan ketika Artemsia kecil melihat kedua orangtuanya dibunuh

Ketika remaja, Artemisia dibuang di daratan Persia dari kapal budak yang mengangkutnya. Dia ditemukan oleh seorang prajurit. Oleh prajurit itu, dia dilatih bermain pedang. Keahlian Artemisia bermain pedang sungguh luar biasa, sebab prajurit yang menemukan sekaligus merawat dan melatihnya adalah prajurit terbaik pasukan Persia.

Artemisia tumbuh menjadi sosok pendendam. Dia bersumpah bahwa akan kembali ke Yunani untuk menghancurkan bangsa itu. Segala usaha dia lakukan, hingga akhirnya dia dipercaya Raja Darius memimpin armada laut Persia. Darius terpikat dengan kemampuan perang sekaligus kesetiaannya pada Persia. Maka Artemisia menjadi jenderal kesayangannya. Diberikanlah padanya seluruh pasukan terbaik Persia untuk menjadi bawahannya.

Artemisia, komandan tertinggi pasukan laut Persia

Artemisia, komandan tertinggi pasukan laut Persia

 

Perang di Laut dan Negosiasi antara Artemisia dan Themistokles

Persia menggempur Yunani dari dua sisi, yaitu laut dan darat. Pertarungan di darat itulah yang akhirnya dilakukan Leonidas pada film 300 versi pertama melawan pasukan Persia yang dipimpin langsung oleh Xerxes. Sedangkan di laut, dilakukan oleh Themistokles yang memimpin pasukan Athena melawan pasukan Persia yang dipimpin Artemisia.

Sebetulnya ada ketimpangan dalam jumlah pasukan. Athena hanya ada 50 kapal dengan prajurit yang merupakan petani dan pedagang, sedangkan Persia ada ribuan kapal dan mereka semua memang prajurit maritim sungguhan. Namun Themistokles adalah kesatria yang cerdik. Pada hari pertama, puluhan kapal Persia dihancurkan dengan cara menabrak bagian lambungnya. Lalu hari kedua, kapal-kapal Persia dipancing menuju teluk dan di sanalah pasukan Athena langsung menyerbu dari arah bukit.

Artemisia kalap. Dia merasa dipecundangi oleh Themistokles. Padahal jumlah pasukannya jauh lebih banyak. Maka diutuslah orang untuk membawa Themistokles ke kapal Artemisia. Themistokles menyanggupi, dan sesampainya di kapal Artemisia, wooow. Terjadilah suatu penawaran agar Themistokles mau bergabung dengan Artemisia.

Ehem, pokoknya ada adegan begitunya deh😀 Si Themistokles ini cerdik sekaligus licik, dia udah bercinta dengan Artemisia, tapi tetap menolak tawaran Artemisia untuk bergabung dengannya. Artemisia marah luar biasa. Ya iyalaaah. Mungkin di pikiran Artemisia gini “Gile lo udah enak-enakan sama gue, terus tetep nolak tawaran gue”. Pokoknya asli keren deh si Themistokles😀

Artemisia yang marah itu langsung manggil pengawal buat nyeret Themistokles keluar kapal. Padahal lagi telanjang tuh mereka😀 Pokonya jangan sampe ada orangtua yang ngajak anaknya nonton film ini. Selain berdarah-darah dan sadis, ada adegan 21+ nya😀

 

Persia Menggempur Yunani Habis-Habisan

Ketika Themistokles kembali ke tempatnya setelah ‘bertempur’ dengan Artemisia, temannya bertanya bagaimana perkiraan kemenangan untuk besok? Themistokles menjawab kecut “Artemisia pasti akan menggempur habis-habisan”. Iya doong udah ‘berperang’ gitu sih mereka😀

Nah Themistokles ini masih mencoba cari bantuan dari istri Leonidas. Dia pergi untuk minta agar para bangsa-bangsa di Yunani bersatu. Tapi si istri Leonidas menolak. Dia merasa diperalat oleh Themistokles. Karena merasa gagal membujuk istri Leonidas, Themistokles pun kembali ke kelompoknya. Mereka mempersiapkan diri di teluk Samiris untuk melawan armada laut Persia yang dipimpin Artemisia.

Pertempuran sengit terjadi di sini. Pasukan Persia benar-benar tak memberi ampun  kepada pasukan Athena. Artemisia yang sebelumnya hanya menonton pertempuran, kali ini ikut bertarung. Dengan panah dan pedang, dia membunuh satu persatu pasukan Athena. Themistokles tanggap. Dia pun mengincar Artemisia untuk dibunuh. Maka keduanya pun bertempur secara duel.

Pada akhirnya Artemisia mati terbunuh oleh pedang Themistokles. Pada saat itulah, muncul ribuan kapal dari seluruh bangsa Yunani. Ternyata istri Leonidas berubah pikiran. Dia yang memimpin armada itu dan dengan brutal membunuh pasukan Persia memakai pedang milik mendiang suaminya.

Lalu….. THE END!

Begitulah, film 300 The Rise of An Empire ini pun endingnya gantung, sama seperti film pertamanya. Mungkin akan ada film ketiga, tapi semoga aja gak perlu nunggu lebih dari lima tahun lagi ya. Huft!

istri Leonidas yang memimpin armada Yunani membantu Themistokles melawan pasukan Persia

istri Leonidas yang memimpin armada Yunani membantu Themistokles melawan pasukan Persia

Pesan yang Ditangkap

Pesan yang gue tangkap dari film ini adalah : Barat tak pernah mau kalah! Waktu nonton 300 versi pertama, gue sempet mikir “Tumben nih Barat mau kalah di film”. Iya, Persia ngalahin Yunani kan berarti Timur ngalahin Barat. Mungkin karena banyak pihak yang gak terima, maka dibuatlah film 300 versi barat yang menang, Semacam ada sweet revenge dari Yunani untuk Persia😀

Tapi menurut gue sih, sekarang kiblat udah beralih ke timur kok. Lihatlah film-film Hollywod yang sekarang. Semua cerita mulai memberi arah bahwa Timur mulai mendominasi dunia. Watch out! Dunia mulai beralih penguasa😀

From → Education, Review

2 Comments
  1. Muhammad Rizky permalink

    Bisa gitu ya😐
    Banyak peperangan di dunia ini sebenarnya yang seru utk dijadikan film, asal nih gak diubah-ubah alur sejarahnya.

    1. Kisah Alexander harus diangkat lagi ke layar kaca di jaman modern sekarang ini. Kebayang dong Istana Perspolis yang cantik dibakar gitu aja sama beliau.
    2. Kisah orang Roma yang menjajah Yunani. Peperangan di Kroasia itu wuhhh!!!
    3. Kisah orang-orang Denmark, Swedia, dan Inggris yang juga mati-matian membela Jerman mereka dari orang Roma…
    4. Kisah-kisah kepahlawanan Persia melawan kerajaan India (ini memang gak dramatis sih, tapi kisah-kisahnya cukup menarik)
    5. Perang Ottoman dan Byzantium (jangan anggap rasis Kristen vs Islam ya🙂 hehe)
    6. Dan yang paling mengerikan adalah invasi orang-orang Turkmen ke Arab, ke Persia, ke India, ke Indochina, dan Rusia, hingga keturunannya Genghis Kubilai Khan yang melawan Majapahit itu.

    6 peristiwa ini harus difilmkan oleh sutradara hebat dan studio kece. Biar bisa memuaskan mata!!!

Trackbacks & Pingbacks

  1. Menebak Isi Film 300 Ketiga Meski Belum Dirilis : Xerxes Kalah, Lalu Pulang ke Persia | Mama Olen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: