Skip to content

Menembus Batas Keyakinan : Eling lan Sumeleh

March 13, 2014

Beberapa tahun yang lalu gue pernah diajarin sama guru. Dia berpesan “Jadilah orang yang jujur, ikhlas, dan selalu bersyukur”. Menurut gue, waktu itu nasehat guru gue belum terlalu ngena. Gue masih menganggap itu sebagai nasehat biasa. Gue gak bener-bener menghayati, meskipun sebenernya gue tau, yang namanya jujur, ikhlas, dan selalu bersyukur bisa dipelajari dan dibiasakan.

Hingga akhirnya gue perlahan-lahan belajar memahami makna, bukan lagi tindakan. Di situ gue tau, gimana rasanya kalo ujian dateng. Gue udah jarang yang namanya ngeluh atau sedih, bahkan konyolnya waktu gue kecopetan dan kena tipu orang, gue sama sekali gak ada perasaan nyesel atau kehilangan.

Gue anggep itu cuma teguran sekaligus hak Allah buat ngambil segala sesuatu yang gue punya. Masih mending kan gue diambil hartanya, bukan anggota tubuh atau yang lainnya.

Guru gue ngajarin gue secara verbal, tapi juga mendampingi. Emang dasar masih abege, meskipun tiap hari dikasih wejangan tetep aja gue gak masuk ke batin semua ajaran itu. Gue cuma inget, dan berusaha mencoba. Sama sekali gak menghayati.

Berhubung minat belajar gue tinggi soal spriritual, gue pun melanglang buana mencari guru yang bisa ngajarin gue. Sayangnya gak pernah dapet. Gue gak bisa nemuin orang seperti guru gue yang pertama itu. Tapi untungnya setiap ilmu yang gue dapet, selalu gue serap meskipun tanpa bisa berkomunikasi secara langsung.

Gue pernah tertarik belajar kejawen. You know? Gue sampe beli beberapa buku Primbon Jawa. Dari kitab Atasadur Adammakna, Baboning Primbon, dan kitab lainnya. Maklum, gue pernah di fase hampir atheis. Jadi gue pelajarin lagi agama gue sendiri dan beberapa keyakinan lainnya. Alhamdulillah, gue masih dikasih hidayah😀

Pas baca primbon, gue menemukan ada hubungannya dengan apa yang guru gue ajarin. Intinya adalah rasa pasrah sama Gusti Kang Murbeng Jagad. Begitupun dengan pelajaran spiritual dari guru-guru tanpa pernah gue temuin. Semuanya sama, bahwa selain keyakinan, rasa pasrah juga penting ketika kita usaha.

Orang Jawa mengenal istilah “Urip iki tansah nrimo ing pandum”. Artinya, hidup ini hanya sekedar menjalani. Tapi disarankan pasrahnya setelah atau dibarengi usaha. Maka kita akan terbentuk menjadi manusia yang gak ngotot. Ketika gagal, kita santai karena tau itu sudah ditentukan oleh Allah. Sekaligus sambil introspeksi, kira-kira apa sih penyebab kegagalannya?

Atau waktu berhasil, sesungguhnya itupun ujian. Bisa gak kita tetep mempunyai rasa mengharap yang tinggi saat beribadah ketika dalam keadaan bahagia? Kalo gue, rasanya lebih nikmat saat kita bersujud memohon dalam keadaan penuh pengharapan. Pernah kan ngalamin, ketika kita mau sesuatu dan bersusah payah ngedapetin, eh malah gak dapet. Tapi waktu kita pasrah, justru apa yang kita inginkan seolah datang ke kita dengan sendirinya. Itulah kekuatan pasrah atau sumeleh. Kita tak hanya mengandalkan kekuatan diri, namun mengembalikannya pada kehendak Sang Pencipta. Kun fayakun!😀

Ih, kok bisanya cuma minta sih ke Tuhan? Biarin dong, daripada minta ke makhluk lain😛 Allah juga suka kok, kalo kita memohon ke Dia, bukan ke dukun atau ke tempat lainnya. Lagian kan kembali ke nasehat guru gue, kalo mau sukses itu harus bisa jujur, ikhlas, dan selalu bersyukur. Sampe sekarang cuma alfatihah yang bisa gue kasih ke guru gue, semoga amal baiknya ke gue selalu menemaninya.

Yah guru, terima kasih atas gemblengannya. Meskipun dulu muridmu ini tetep bandel dan gak masuk-masuk diajarin, setidaknya waktu yang berlalu telah membuat penyerapan batin ini menjadi lebih baik😀

From → Mama Speaks, My story

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: