Skip to content

Mengapa Masyarakat Masih Percaya Klenik?

March 14, 2014

Kenapa sih di jaman sekarang masih ada aja orang yang percaya klenik? Sebelum kita membahas, pertama ada masalah ketimpangan soal pengertian klenik. Bagi masyarakat yang mendiskreditkan budaya leluhur, klenik diartikan sebagai ilmu atau kebiasaan yang membawa bawa kecacadan beragama. Terutama agama impor. Kita katakan begitu, karena memang di Indonesia sendiri banyak agama asli atau lokal.

Agama asli Indonesia sudah ada sebelum agama impor masuk. Ada Kejawen, Sunda Wiwitan, Parmalim, dan agama lainnya yang gue sendiri gak hapal. Agama-agama lokal ini, kalo dalam buku sejarah atau IPS dikenal dengan kepercayaan animisme dan dinamisme. Gue juga kemakan dogma itu. Gue anggep, dulu moyang kita emang agamanya animisme dinamisme. Ternyata enggak, bangsa ini udah punya agama.

Lalu kenapa disebut animisme dinamisme? Karena sekilas, penganut agama itu ‘menyembah’ benda-benda. Padahal sebenernya itu cuma simbolisasi, sebuah bentuk penghormatan kepada jagad semesta. Agama-agama kuno di tanah ini mengenal keseimbangan kosmos dan mikrokosmos. Ketika manusia berbuat baik pada alam, maka alam pun akan berbaik pada manusia. Makanya kalo diliat sekilas, seakan yang disembah itu alam melalui simbol benda-benda, entah yang mati atau hidup.

Setelah agama impor masuk, baik dimulai dari Hindu, Budha, Islam, Kristen, masyarakat mulai mengalami pergeseran keyakinan. Sebetulnya kalo mau ngeliat pemikiran orang yang masih memeluk agama lokal, mereka mencibir keyakinan orang-orang pemeluk agama impor. Sempet temen gue bilang “Buat apa beragama, ibadah rajin, tapi gak ngerti esensi bertuhan”.

Itu kalo yang denger orang fanatik, bisa jadi temen gue kena gerebek FPI. Cuman gue mikir, temen gue ada benernya. Meskipun dia Kejawen, tapi dia gak pernah yang namanya menceramahi dengan membawa embel-embel “Dalam Kejawen, hukum ini tuh blabblabla”. Sama sekali enggak pernah. Dia cuma ngasih pemikiran dan pendapat secara universal. Itu yang sempet bikin gue tertarik belajar agama tanah kelahiran gue, Bumi Jawa.

Tapi belajar keyakinan itu berat. Kalo kita gak kuat, bisa-bisa malah gak beragama sama sekali. Gue suka sama kalimat Syeh Siti Jenar waktu beliau bilang begini “Kalau kamu tak bisa merasa dekat dengan Allah melalui solat, kembalilah bersemedi”. Itu adalah dialog antara Syeh Siti Jenar dengan orang yang mau masuk Islam. Syeh Siti Jenar sendiri mempertanyakan kenapa dia masuk Islam? Kenapa dia rela meninggalkan ritual bersemedi? Toh kalau memang dengan bersemedi dia bisa merasa dekat dengan Tuhan, ya silakan kembali bersemedi. Gak perlu solat atau memaksakan diri masuk Islam.

Ibaratnya, kalo lo mau menjalin hubungan sama orang, cintailah dia setulusnya. Bukan karena terpaksa. Apalagi mencintai Tuhan😀

Bagi sebagian orang pernyataan Syeh Siti Jenar pasti dianggap penyebab kemurtadan. Namun bagi orang yang mau berpikir, apa sih hakikatnya kita beragama? Kenapa kita memilih Tuhan yang itu, sedangkan orang lain menyembah Tuhan dengan nama berbeda? Bener gak sih, Tuhan itu satu? Bener gak sih dengan memeluk agama yang sekarang kita yakini benar, kita gak salah pilih?

Nah yooo pusing kan?😀 Inti beragama awalnya adalah mengenal syariat. Ketika syariat sudah terpenuhi, maka kita juga perlu menggapai makrifat. Para syeh dan ulama yang diberi mukjizat, mereka adalah orang-orang yang bermakrifat. Tingakatannya susah cyin, bener-bener harus bisa menomorsatukan Tuhan sebagai kekasih hati. Kalo masih galau gara-gara diputusin pacar atau gak punya duit, itu belum makrifat namanya😀

Kembali ke permasalahan klenik. Dalam masyarakat Jawa, klenik adalah sesuatu yang berhubungan dengan perhitungan. Misal mau nikah, mau bangun rumah, semua ada hitungannya. Ribet sih kalo buat masyarakat modern. Tapi dulu waktu almarhum eyang kakung masih hidup, beliau jago banget ngitung. Sampe hari kematiannya pun beneran pas sesuai apa yang diomongin. Buat masyarakat modern, klenik adalah ritual yang berhubungan dengan mistis atau bantuan jin. Padahal sebenernya bukan itu artinya.

Memang, untuk ritual yang berhubungan dengan tradisi agama lokal (Kejawen, Sunda Wiwitan, dll), pasti akan didiskreditkan sebagai sesuatu yang menyimpang. Entah disebut mistis lah, klenik lah. Padahal itu adalah salah satu warisan budaya yang dimiliki bangsa ini. Klenik masih sangat dipercaya karena masyarakat terbiasa dengan nasehat orangtua. Apalagi kalo manfaatnya udah terbukti. Contohnya pesugihan, pelet, susuk, atau ilmu kadigdayan.

Ngapain melestarikan warisan budaya yang salah? Iya betul, kalo memang udah melibatkan bantuan makhluk selain Allah gue juga setuju itu disebut salah. Tapi bisa gak, kita gak mendiskreditkan masyarakat yang memilih kepercayaan tertentu bukan lagi sebagai orang yang ‘salah arah’?

Hidayah datangnya dari Allah. Buat apa kita repot menyalahkan?

Bukan cuma di Indonesia kok klenik itu ada. Di luar negeri juga banyak, bahkan ada yang menyembah setan dan mendirikan sekte-sekte tersendiri. Berarti kepercayaan akan kekuatan yang membantu manusia itu akan langgeng selamanya. Sayangnya ada yang salah, kenapa harus percaya ke makhluk semisal jin atau setan? Itulah ketimpangannya.

Waktu gue dikasih amalan sama guru gue, gue juga semangat pengen bisa punya ilmu. Lalu pas gue amalin, gue malu sama niat gue sendiri. Gak semestinya gue berilmu tapi untuk mendapatkan makhluk pelindung gue. Itu berarti gue udah menempatkan pelindung lain selain Allah. Padahal kan laa hawla wala quwwata illa billah. Akhirnya gue berhenti ngamalin ilmu itu. Gue takut malah nanti lebih mengandalkan makhluk lain dibanding minta pertolongan sama Allah.

Hasbunallah wa ni’mal wakil. Kalau kita mau meresapi inti bertuhan, kita tak akan repot mengurusi mengapa masih ada orang yang memilih berbeda keyakinan.

From → Mama Speaks, My Words

2 Comments
  1. Wah iya nih, masih banyak yg percaya begituan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: