Skip to content

Gaji vs Gengsi

March 17, 2014

Kalo gajinya kecil, gak perlu cemas. Yang perlu ditakutin itu kalo gak punya rasa syukur. Setidaknya ini yang gue lihat dan alami.

Gue punya temen yang nominal gajinya tinggi. Tinggi banget untuk kategori orang lajang. Tapi dia selalu ngeluh gajinya kurang dan ngincer kerjaan lain. Sekarang ini dia kerja di Bank yang sangat bonafit.

Malam itu dia minjem laptop gue. Gue tanya mau ngapain? Sibuk bener gitu dia. Dia bilang lagi bikin CV mau lamar kerja.

Hah? Gue kaget.

Gajinya beberapa kali lipat dari gaji gue. Dia juga gak ada tanggungan karena anak bontot. Gue mikir, tapi gak nyampe apa latar belakang yang menyebabkan dia merasa kurang.

Belakangan gue tau, gaya hidup dia lah yang bermasalah.

Gue nangkep, dia ngikutin temen-temennya. Menurut ceritanya ke gue, kakak-kakaknya udah pada nikah dan sukses. Orangtuanya pun punya tambak di kampungnya. Terus kenapa dia merasa kurang?

Asli, gue jadi merasa bersyukur meskipun gaji gue gak segede gajinya, tapi gue gak pernah kemrungsung atau galau pengen ngejar sesuatu. Gue yakin, Allah pasti mencukupi kebutuhan gue.

Pernah gue gak punya duit buat makan, tiba-tiba besoknya gue kebanjiran order. Dan itu terjadi berulang-ulang. Yang pasti, selama dahi mau kita bawa bersujud + otak mau mikir cari penghasilan, Allah gak akan menghinakan kita dengan label miskin apalagi fakir.

Lagipula kapan sih bisa puas, kalo rasa syukur gak pernah bisa terpercik di hati?🙂

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: