Skip to content

Membedah Serial Inuyasha : Godaan Iblis Hingga Akhir Hayat

June 3, 2014

Yaaap, di tengah kesibukan pekerjaan dan ngelapak, tadi sempet nonton Inuyasha. Udah sampe season 6 looh😀
Di episode 133-134 Inuyasha, ada scene tentang putri yg menyesali kematian. Ketika sekarat, dia ingin hidup kembali dan bertemu Seshomaru. Jadi Putri itu naksir Seshomaru.

Sebetulnya selama hidup, sang Putri adalah biarawati yg baik dan suci hatinya. Namun karena rasa menyesal yg menghampiri sebelum ajal, dia pun terikat perjanjian dengan iblis.

Sang Putri ingin hidup kembali dan bertemu dengan Seshomaru. Tubuhnya sekarat, ajal hampir mendekat. Pada saat itulah iblis menawarkan agar dia bisa hidup lagi. Ini mengingatkan pada ajaran Islam bahwa iblis akan selalu menggoda hingga akhir hayat. Ternyata dalam kepercayaan masyarakat selain Islam pun ada kisah yang sama🙂

Dikisahkan, jaman dulu ada ulama yg bersih hatinya dan terkenal soleh. Dia pun terjaga dari maksiat. Hingga suatu hari, ulama itu mendapat tamu. Dia memperilakan tamunya menginap di pondoknya bersama para santri.

Setiap hari, sang ulama melihat tamunya selalu beribadah sambil menangis. Dia pun bertanya “Wahai fulan, bagaimana bisa kau sekhusuk dan senikmat itu dalam beribadah?”.

Sang tamu pun menjawab “Kau tak akan tau rasanya karena kau tak pernah melakukan dosa besar seperti yg pernah ku lakukan”.

“Apakah tidak ada cara lain? Aku tak mungkin melakukan dosa yg dikutuk Tuhanku”, jawab sang ulama.

Tamu itu pun memberikan solusi, “Kalau begitu, minumlah arak. Dosanya tak sebegitu besar. Nanti kau tinggal bertobat, dan rasakan nikmatnya ibadah dengan hati penuh permohonan ampun”

Sang ulama akhirnya pergi ke sebuah warung. Dia membeli arak dan meminumnya. Karena mabuk dan diselimuti nafsu, dia memperkosa wanita penjual arak itu. Suami si wanita datang dan marah luar biasa melihat istrinya diperkosa.

Terjadi perkelahian. Dan sang ulama pun membunuh suami wanita itu.

Sang ulama ditangkap dan diadili. Hukuman mati jatuh padanya. Ketika di tiang gantungan, dia melihat sosok tamunya yg ternyata iblis. Dia merasa dibodohi karena dengan melakukan dosa kecil, telah menyeretnya pada dosa besar.

Iblis menawarkan bantuan, “Aku bisa menolongmu”.

“Bagaimana caranya? Tolonglah aku”, kata sang ulama.

“Katakan bahwa kau percaya padaku dan sembahlah aku”, jawab iblis penuh senyum kemenangan.

Tanpa pikir panjang, sang ulama pun menyatakan bahwa dia percaya pada iblis dan hanya mengharap bantuan iblis. Namun, iblis ingkar. Sang ulama tetap dihukum mati dalam keadaan kafir karena telah mengakui iblis sebagai tuhan, dan dalam keadaan nista karena dosa yg telah dilakukan dengan membunuh dan memperkosa.

Dari situ kita bisa ambil pelajaran, bahwa tipu daya iblis memang luar biasa dan sangat halus. Sebaik-baik orang semasa hidup, ketika matinya dengan su’ul khotimah, maka aibnya telah ditampakkan oleh Allah.

Semoga kita masuk golongan khusnul khotimah.

Fyi : cerita di atas maaf tak ada sumber. Yang pasti dari kisah hikmah. Saya tak hafal sumber, namun hafal inti dan alur ceritanya. Mohon koreksi apabila ada kesalahan. Terima kasih🙂

From → Review

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: