Skip to content

Kalau Mau Sukses, Harus Siap Sakit Di Awal

July 8, 2014

Agaknya kita sering menyepelekan hal-hal yg nampak mudah. Seperti seorang kawan yg berkata bahwa dia mau jualan karena kelihatannya cepat menghasilkan uang. Iya betul ! Jualan saja mudah, tapi mempertahankannya susah😀

Maksudnya gimana?

Tak mungkin kita hanya menjual saja setelah itu selesai. Pasti harus ada layanan purna jual, bukan hanya sekedar satu kali transaksi kemudian selesai. Bagaimana agar produk kita ngangenin, atau bagaimana caranya agar menjadi penjual yg ngangenin? *eh😛

Memulai adalah hal yg paling mudah.

Di sini saya tidak setuju. Memulai hubungan memang mudah, tapi memulai sebuah usaha (menjual) tidaklah mudah. Ada gengsi, malu, takut, dan beragam rasa yg harus dilawan. Maka jangan harap bisa menjual kalau masih menghitung-hitung penolakan. Jangan pernah berpikir membuka usaha kalau masih banyak pertimbangan.

Melaksanakan = Nothing To Lose

Seorang kawan mengeluhkan bahwa dia trauma jualan. Padahal saya lihat, usahanya selama ini belum kelihatan. Bahkan saya tak pernah tau dia jualan. Dia bertanya apakah saya masih jualan? Saya jawab iya.

Usaha yg saya jalani telah melewati banyak proses. Bermula dari dropship, dulu saya sering mengantar barang untuk COD dengan buyer bahkan hingga luar Bekasi. Kepanasan dan kehujanan adalah rutinitas yg saya tempuh. Hingga sekarang bisa mensupply stok sendiri, bahkan punya beberapa reseller. Mengapa saya melakukan itu? Sebab gaji sebagai guru sangatlah kecil. Saya butuh pemasukan lebih untuk orangtua dan adik saya.

Awalnya saya selalu mencari pembeli. Nyatanya ketika saya mencoba santai dan tak mengejar omset, Tuhan membuat pembeli seolah mencari saya. Di sini ada poin penting : kerjalah dengan ikhlas, serahkan hasilnya pada Tuhan.

Lalu harus bagaimana kalau usaha?

Yang pertama adalah tetapkan tujuan. Benih semangat dari tujuan yang ingin kita capai bisa menjadi motivasi. Ketika kita lelah, putus asa, atau gagal, tujuan akan membawa kita kembali bersemangat. Buatlah lebih dari satu tujuan, sehingga kita akan makin tertarik oleh semangat dari tujuan-tujuan yang ingin kita raih.

Kedua, jadilah pribadi yg selalu positif. Percayakan hati kita untuk menjadi komando. Mengapa saya bilang hati? Sebab saya punya kawan yg mempercayakan segala sesuatu pada logika. Sayang karena dia terlalu cerdas, maka segala perincian masuk. Banyak pertimbangan-pertimbangan yg dia lakukan, sehingga dia selalu ketakutan akan hal buruk yg akan menimpa.

Namun, logika juga penting. Logika membantu kita untuk mengatur strategi, menyiapkan segala rencana untuk beberapa plan A, B, dan seterusnya. Kita memakainya sebagai amunisi untuk membidik pasar dan membombardir pemasukan.

Ketiga, pilihlah teman atau lingkungan yg mendukung. Bagi saya, satu teman positif jauh lebih berharga dibanding seratus teman yg hanya bisa mengajak senang-senang. Tak apa kita punya teman yang mendekat jika ada maunya, hitung saja sebagai sedekah sosial. Jangan pernah merasa dirugikan oleh mereka😀

Teman yg baik itu perlu kita jaga dan tambah. Kadang Tuhan akan mempertemukan dengan orang-orang seperti itu tanpa disengaja. Tapi menurut pengalaman saya, mereka telah saya temukan melalui usaha. Saya lah yang mencari mereka.

Satu pesan penutup dan sudah jamak terdengar : jangan pernah takjub melihat kesuksesan orang. Kita tak pernah tau seberapa sakit perjuangannya di kala susah🙂

Untuk pemesanan jersey grade ori harga grosir, silakan hubungi 085777610666 atau 74953bd8.
Follow @olenstore
Fanpage : Facebook.com/OlenStore

From → Uncategorized

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: