Skip to content

Hilang Untuk Yang Lain

August 31, 2014

Semenjak jadi orang realistis yang suka kerja, aku merasa kehilangan kemampuanku. Menulis puisi dan sajak tak lagi sanggup ku lakukan dengan baik. Bak anak gadis yang kehilangan mahkotanya, begitulah yang ku rasa.

Beberapa menit aku mengerutkan dahi. Untaian-untaian kalimat selalu berhenti di lima kata awal. Diam tak bergerak, dihapus, lalu menulis huruf-huruf yang tak punya nyawa.

Mungkin Tuhan, kalau aku telah lepas dari segala upaya memuncak, kemampuanku akan kembali. Sebab dari piramida Mashlow, ketika waktu itu tiba, aku hanya perlu aktualisasi diri.

Semoga pencapaianku pun lebih cepat. Kasihan bapak ibuku, meskipun mereka tak memburu suksesku, tapi aku ingin bisa mengangkat keluargaku.

Jadi walau kata orang aku pendek, tapi targetku sedemikian tinggi. Tak apa aku keras kepala, dengan begitu aku bisa pertahankan harapan pada Tuhanku.

From → Mama Speaks, My story

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: