Skip to content

Illuminata #01

September 8, 2014

Karti dan Lasman adalah sepasang suami istri yg rumah tangga mereka tak pernah sepi dari pertengkaran, gara-gara satu hal: Judi.

Sejak hari pertama usai akad nikah, Lasman tak bisa pula menghentikan kebiasaan masa remajanya utk berjudi. Meski sdh bekerja sebagai pegawai rendahan di sebuah kantor, semua gajinya habis utk judi hingga ia tak bisa menafkahi istrinya.

Ribuan jenis nasehat, jutaan kali pertengkaran tak bisa mengubah kebiasaannya. Untungnya, ia tak sampai menghabiskan pula nafkah yg di dapat si istri dengan berjualan sayur-mayur di pasar.

Suatu hari, saking jengkelnya si Karti melihat prilaku suaminya, tengah malam ia berdoa khusuk kepada Tuhan. “Tuhan, buatlah suamiku selalu kalah dalam berjudi, agar dia jera. Jika Kau biarkan ia sesekali menang, maka itu akan membuatnya penasaran dan terus berusaha untuk menang. Kalahkan ia begitu mulai berjudi, agar ia cepat pulang dan sadar.”

Alhasil, doanya dipenuhi Tuhan. Maka tidak lama setelah pergi ke tempat perjudian, Lasman pulang dgn tertunduk lesu. Namun begitu, karena keinginannya untuk menang tak terpenuhi, ia pun memaksa meminta nafkah istrinya sebagai modal judi. Di bawah ancaman kekerasan, si istri akhirnya merelakan nafkahnya dipakai berjudi, dan tentu saja kalah karena doanya terpenuhi. Hingga akhirnya semua barang berharga yang hanya ada sedikit di rumah mereka juga habis tergadai untuk Lasman berjudi.

Putus asa dengan semua keadaan yang kian memburuk itu, pergilah Si Karti ke seorang guru untuk memohon jalan keluar. Si Guru yg bijak segera memberinya sebuah doa yang manjur. Pulanglah Karti dengan selembar kertas bertuliskan doa ampuh itu.

Tengah malam, dibacanya doa itu dengan khusuk dan penuh keyakinan, karena doa itu hanya boleh diucapkan satu kali saja.

“Tuhan, demi kemahakuasaanMu, berkahilah suamiku agar selalu menang dalam berjudi, agar dia pun bisa menafkahiku dengan uang judinya. Dan dengan seluruh kemenangan itu akhirnya dia bosan berjudi karena lawan-lawannya kehabisan modal dan tak ada lagi yang berani melawannya. Ia pun berubah menjadi suami yang baik bagi keluarga, lalu sukses menjadi pengusaha.”

Astaga, doa itu begitu ampuh. Hari demi hari kemudian, Lasman selalu pulang dengan gembira sambil membawa sebungkus nasi campur yang dia beli sebagai oleh-oleh kemenangan bagi istrinya. Nafkah hasil kerja istrinya kini aman. Gaji si Lasman tak habis-habis. Mereka akhirnya menjadi kaya. Si Lasman berhenti berjudi karena tak ada yang berani lagi melawannya. Kini ia mulai menjalankan bisnis sampingan sebagai pengusaha kecil yang sukses.

Pesan cerita:
“Bahkan dalam kemarahan dan rasa putus asa yang mendera, tetaplah mendoakan agar sesuatu yang baik terjadi pada kehidupan kita. Itu lebih baik daripada mendoakan sesuatunya bertambah buruk. Jika ada orang selalu berbuat buruk pada kita, lebih baik mendoakan pula agar orang itu menjadi kian baik dan penuh cinta kasih kepada kita.”

From → Spiritual

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: