Skip to content

Manusia, Sutradara Kedua Setelah Tuhan

September 10, 2014

Manusia adalah sutradara. Kita sedang tak berbicara konsep takdir yang dibuat oleh Tuhan. Melainkan ‘takdir imitasi’ buatan manusia. Sering di antara kita menciptakan film di dalam pikiran. Mau mengerjakan ini takut gagal, mau mengerjakan itu takut tak bisa.

Film buatan kita itu, sayangnya banyak negatifnya dibanding positifnya. Maka banyaklah orang gagal. Mereka sudah menciptakan takdir di dalam pikiran, lalu menjalani takdir itu melalui tindakan.

‘Ah, gue takut gagal’.

Maka, benarlah mereka GAGAL.

Prinsip tawakkal sebetulnya harus melepas 100% segala bayangan di dalam angan. Kita percayakan pada Tuhan sejak dari merencanakan, eksekusi, hingga hasil. Tak ada film, tak ada bayangan lain yang mengganggu. Kalaupun mau berimajinasi, bayangkanlah hal baik.

Thoughts become things😀

Pasrah total (sumeleh) adalah solusinya

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: