Skip to content

Mempersiapkan Kematian yang Indah

October 1, 2014

Takziah hari sabtu lalu meninggalkan kesan mendalam bagi saya. Ketika jenazah dikebumikan dan tanahnya diurug, mata ini tak kuasa menahan tangis. Suatu saat, saya akan di tempat itu. Sendiri tanpa ada yang menemani, bertemankan gelap.

Tiba-tiba, lirik lagu Opik berkelebat dalam benak

Bila waktu tlah berakhir
Teman sejati tinggallah sepi

Semua manusia pasti mati. Saya ingin punya kematian yang indah, serta kehidupan yang lebih baik setelahnya. Hamparan kuburan membuat seluruh tubuh saya menggigil. Akankah saya khusnul khotimah?

Tiada lagi waktu terbuang dengan percuma. Sebab nafas hanya tinggal dihitung sisanya.

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: