Skip to content

Mengapa Ketika Membaca At Taubah Tak Boleh Diawali Basmalah?

October 2, 2014

Pada saat ini, telah sampailah saya mengaji At Taubah. Ah ini bukan kajian yang luar biasa, hanya tadarus biasa + baca tafsirnya. Sekitar 4 tahun lalu, saya diajari membaca At Taubah jangan pakai basmalah. Waktu itu saya belum tau dan tak pula bertanya mengapa tak boleh.

Pokoke manut omongan guru. Begitu prinsipnya.

Seiring bergulirnya waktu, saya bertemu dengan orang-orang yang mengamalkan kutipan ayat At Taubah untuk berbagai tujuan. Dari mereka, saya memperoleh penjelasan bahwa At Taubah adalah surat yang berisi perintah peperangan dan pemutusan perjanjian dengan kaum musyrikin.

Dulu ya, dulu… Setiap ngaji saya tak pernah sampai mau baca terjemahan dan tafsir. Namun apa gunanya ngaji kalau hanya dibaca arabnya tanpa tau maknanya. Barulah saya merinding.

Isinya memang seperti kemurkaan Allah pada kaum kafir munafik. Pun banyak kata perang di dalamnya. Pantaslah tak boleh pakai basmalah, sebab basmalah sendiri artinya adalah cinta kasih Allah yang penuh damai (Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).

Dan pada akhir ayat, inilah yang menggetarkan hati. “Cukuplah Allah bagiku, tiada Tuhan selain dia dan padanya aku bertawakkal. Dia-lah pemilik Arsy yang agung”.

Penggalan itu mengingatkan saya pada hasbunallah wa ni’mal wakil. Katanya, kalau sering kita amalkan maka akan membawa rejeki. Begitupun dengan istighfar, pengamalnya akan memperoleh keberlimpahan yang luar biasa.

Baik, saya percaya janji Allah akan rejeki. Tapi dari ketiga hal itu (at taubah ayat terakhir, hasbunallah, dan istigfar), diperoleh satu kesimpulan bahwa rejeki senantiasa terkucur untuk mereka yang mengingat dan berpasrah pada Allah.

Ketika hati hanya dipenuhi nafsu, bisa saja kita memperoleh kenikmatan. Namun akan sangat mengerikan jika segala kenikmatan dunia sengaja Allah berikan agar kita mati dalam keadaan kafir.

Seperti kutipan At Taubah ayat 85 “Dan janganlah kamu (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir”.

Naudzubillah.

Semoga segala amalan yang kita lakukan semata untuk mendekat pada Allah, bukan hanya mencari dunia.

From → Spiritual

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: