Skip to content
Tags

Muslim Sejak Lahir vs Mualaf yang Rajin Belajar Agama

October 16, 2014

Kami sudah berhubungan empat tahun. Dia mualaf, punya semangat ke tanah suci tahun depan. Maka ketika dia ingin belajar ngaji, aku mencoba menawari. Ternyata tawaranku disambut antusias. Setiap kali aku mengajarinya, aku selalu takjub. Pun perlahan memotivasi ngajiku sendiri. Setidaknya dibanding dulu, jumlah halaman alquran yang ku baca pun semakin melesat.

Meski sudah lama kenal dan berteman, baru kali ini hubungan seperti ini berjalan. Aku bahagia, dia pun bersyukur. Alangkah indah jika kita dekat karena-Nya.

Aku muslim sejak lahir. Setidaknya begitulah agama pemberian orangtuaku. Dia muslim ketika sudah dewasa. Apa yang dia katakan adalah katanya-katanya, sebab dia tak tau baca quran.

Kalimatnya adalah saduran dari orang-orang baik nan alim yang pernah menasehatinya. Kalimatku adalah hasil bacaan. Aku tau huruf arab. Dia tidak. Namun, penyerapan ilmu hikmahnya setidaknya jauh lebih baik dariku.

Maka sebagai muslim dari lahir, aku malu kalau kalah dalam hal keimanan. Ada yang merasa begitu jugakah?

From → Mama Speaks, My story

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: