Skip to content

Antara Gue dan Matematika : SMP, SMA, dan Sekarang

December 4, 2014

Jadi, gue ini benci sama mapel yang namanya matematika. Kenapa harus ada pelajaran semenyebalkan itu? Eh tapi waktu gue masih SD, gue jago banget loh. Tingkat kecerdasan gue tentang angka mulai berkurang ketika gue masuk SMP. Waktu itu, guru gue dengan tega menghina gue dengan kata ‘BODOH’ di hadapan teman-teman.

Sejak saat itu gue takut belajar. Gue takut tunjuk tangan buat maju ke depan. Gue takut, gue benci. Penyakit itu makin menjadi-jadi ketika SMK gue ketemu algoritma dan kalkulus. Alamaaaak makin pening lah awak ni. Tapi ya wes, beruntungnya sih gue punya temen yang lumayan encer.

Tiap pagi kalo ada PR, gue selalu masuk kelas dengan santai dan nyontek hasil kerjaan dia. Eits, tapi gue gak bego-bego amat ya. Gue selalu mengerjakan sebagian. Hanya di bagian sulit aja gue sering merasa give up. Beda sama temen-temen lainnya yang bukunya bener-bener kosong tanpa goresan penderitaan karena kepala puyeng mikirin tugas yang belom kelar.

Nah sekarang karena gue ngelesin privat anak-anak yang notabene pengen belajar matematika, otomatis gue pun harus mengalahkan segala rasa malas dan anti angka. Alhamdulillah kok, ternyata selama kita berniat positif dan bertekad kuat, Allah pasti bantu memudahkan.

You know? Gue bisa ngajarin. Kadang gak habis pikir, kenapa ya waktu sekolah gue kok oon banget matematikanya😀

Tapi ya sudahlah, toh itu masa lalu. Sekarang gue bisa matematika. Yihaaaaaa😀

Jadi, ilustrasi ringkasan gue terhadap matematika tuh gini

Jaman SMP kalo ada PR matematika, SMS temen nanya : eh ini gradien dari 5x – 2y + 3 = 0 gimana caranya?

Jaman SMK sms temen : woiii punyamu udah jadi belum PR nya? Besok liat ya

Sekarang : Miiiiiiss ini gimana caranya?

Pengalaman gue didzolimi guru yang mengatakan gue bodoh itulah alasan gue gak pernah ngomelin murid dengan kata merendahkan. Sampe sekarang gue masih sakit hati sama guru gue itu. Makanya, gue gak mau jadi pembunuh karakter seperti yang dilakukan guru gue. Nyatanya gue bisa kok ngajar tanpa harus marah-marah atau ngomong kasar :p

From → Mama Speaks, My story

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: