Skip to content

Belajar dari Kenshin Himura : Lelaki Perkasa Tak Harus Berotot Besar

January 29, 2015

Kenshin Himura adalah peran pria dalam film Rorouni Kenshin. Ada satu alasan kuat mengapa saya begitu jatuh cinta pada karakternya. Yang saya bahas adalah Kenshin versi anime, bukan manusia. You know? Anime version of Kenshin is more adorable😀

Rurouni Kenshin adalah anime berlatar belakang jaman Meiji. Pada kala itu, terjadi sebuah restorasi bernama restorasi Meiji. Isinya tentang perombakan pemerintahan Jepang.

Banyak samurai yang pada saat itu kehilangan eksistensi karena berkuasanya kaum imperialis. Maka, banyak terjadi perlawanan dan peperangan kecil di mana-mana.

Terkisahlah Kenshin, anak yatim piatu yang sanak saudaranya dibunuh secara membabi buta dalam sebuah perjalanan. Pada saat itu, Kenshin ditolong oleh laki-laki yang akhirnya mengajari The Hitten Miturugi Style, sebuah teknik pedang yang sangat mematikan.

Kenshin dulunya adalah sosok yang rajin membunuh. Hingga pada akhirnya, dia mengalami kejatuhan mental ketika kekasih pertamanya, Tomoe, mati karena tebasan pedangnya sendiri.

Sejak saat itu, Kenshin jadi sosok yang haus darah. Dia terkenal suka membunuh orang dalam jumlah besar dan tak terkalahkan hingga mendapat julukan The Battosai (sang pembantai).

Sepuluh tahun setelahnya, Kenshin menjadi sosok yang berbeda. Dia tak lagi menggunakan pedang untuk membunuh, melainkan untuk melindungi. Sebab itulah dia memakai pedang terbalik (the reverse blade sword).

Kenshin menemukan keluarga sekaligus teman-teman baru. Sanosuke si badan besar namun agak bodoh, Yahiko si remaja pemberani, dan Kaoru Kamiya si ahli teknik pedang sekaligus kekasih Kenshin yang kedua.

Nahhhh kali ini saya paparkan alasan mengapa Kenshin is sooo cool for me. Jadi, Kenshin ini merobohkan segala pesona pria tinggi besar. Sebab pria kecil pun bisa begitu indahnya melindungi wanitanya.

Kenshin adalah sosok pria bertubuh pendek dan kurus. Tingginya sama seperti Kaoru, berbeda jauh dengan Sanosuke atau sosok pria lainnya di film itu yang digambarkan tinggi besar seperti layaknya pria macho.

Tubuhnya yang kecil menyimpan nilai spiritualitas yang tinggi. Ini mengingatkan saya pada ajaran beberapa aliran kepercayaan, bahwa orang yang memiliki spiritualitas tinggi cenderung merendah baik dari perkataan, perbuatan, maupun fisik.

Siapapun yang melihat Kenshin pasti tak akan mengidolakannya pada pandangan pertama. Sosok Kenshin ini, mengingatkan saya pada orang yang sering menjalani lelaku tapa brata, prihatin, dan sejenisnya. Jadi, kemilau jiwanya yang kuat disamarkan oleh tubuhnya yang nampak ringkih.

Dan terakhir.

Alasan yang sama untuk bisa menyukai Kenshin adalah dia selalu mampu melindungi wanitanya. Oke, memang dia gagal melindungi Tomoe. Tapi setelah itu, dia selalu mampu melindungi Kaoru.

Tidak adil? Oh no! Waktu Kenshin bersama Tomoe, dia tak tahu bahwa sedang dipermainkan oleh musuh melalui Tomoe. Namun pada akhirnya, toh Tomoe jatuh cinta juga pada Kenshin😀

Maka dari itulah, saya telah mencanangkan baik-baik pada sanubari terdalam (haaah lebay) bahwa yang terpenting adalah ketika kita bisa memiliki laki-laki yang mampu menjadi pelindung dalam arti harfiah maupun kiasan. Dan untuk umat beragama, alangkah baiknya lagi jika dia mampu menjadi imam dan partner ibadah. That’s my dream man, though!😀

From → Review

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: