Skip to content

Harga Sebuah Waktu

February 7, 2015

Ketika saya bekerja untuk mendapatkan income atau salary, saya ingin waktu yang saya habiskan dihargai dengan baik. Beda ketika saya ingin bersosialisasi, tak masalah bagi saya jika waktu saya terbuang tanpa perlu ada kompensasi apapun.

Itulah yang mendorong saya menegaskan mengenai waktu terhadap siapapun yang ingin membuat janji temu.

Pernah saya membuat janji pukul 16.00. Seharusnya pukul 14.00 saya bisa menemui orang lain, sengaja saya urungkan demi janji tersebut. Namun, pukul 16.30 orangnya baru memberi kabar bahwa dia tak bisa hadir.

Pernah juga saya membuat janji rutin, tetapi seringnya batal sepihak karena berbagai alasan. Sebab itulah saya tegas soal waktu.

Waktu saya sangat berharga. Sebab itu, dengan jadwal yang cukup padat dan selalu hampir penuh setiap harinya, saya selalu menekankan di awal pada orang yang ingin berhubungan dengan saya.

Pertama, tepat waktu.
Kalau dia sudah tak on time, seringnya waktu untuk orang lain jadi tersita. Dan saya sendiri yang pontang-panting memberi alasan keterlambatan. Sekali dua kali tak apa, tapi kalau sering?

Kedua, konsisten.
Saya bukan orang yang suka tebar janji. Ketika saya tau bisa, pasti saya bilang insya Allah. Tetapi ketika tak bisa, biasanya saya bilang “Besok saya kabari”. Sebab saya sudah tak mau lagi mudah berjanji.

Saya memang self employed, tapi saya bukan pengangguran yang hanya mengurusi satu orang. Jadi biarlah mereka tau, saya cukup sibuk.

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: