Skip to content

Seperti Inikah Sahabatmu?

March 20, 2015

image

Dua orang mengaku saling bersahabat. Sebut saja A dan B. Namun anehnya ketika A mau hutang, dia hutang ke C. Begitupun B yang lebih memilih berhutang ke D. Apakah itu yang disebut sahabat? Deritanya tak berani ia tampakkan pada sahabatnya sendiri. Justru lebih berani merepotkan orang lain.

Aku sendiri punya sahabat. Oh tidak, kami sudah seperti saudara. Kami punya karakter yang sama, lebih suka menemani ketika susah dan melepaskan ketika sahabat sedang berbahagia.

Waktu itu sahabatku sedang kesusahan, aku selalu menemaninya. Ketika dia sudah bahagia dan mulai sibuk dengan dunianya, aku tak ada perasaan cemburu sama sekali. Aku lebih suka melihatnya seperti itu.

Begitupun ketika aku sedang kesusahan. Tanpa diminta pertolongan, dia senantiasa mengulurkan tangan terlebih dulu. Kalau aku memberinya 100, dia balik memberiku 500. Begitu seterusnya. Kami seolah berlomba saling memberi yang terbaik.

Sampai akhirnya aku mengalah, bahwa sahabatku itu lebih suka memberi dibanding menerima. Dialah yang menolongku di saat semua orang hanya mampu bicara seolah motivator terhebat, namun tangannya tetap tergenggam tanpa mau membantu.

Tapi itu tak seberapa. Aku hanya berharap, kelak akan ada sahabat yang mampu menolongku di akhirat. Sebab sahabat sejati bukan hanya yang mampu menemani kita di saat suka dan duka, namun mampu membawa kita pada kehidupan akhirat yang jauh lebih baik juga. Bukankah sahabat yang baik juga mampu menolong kita di akhirat?

Lalu, seperti apakah sahabatmu?

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: