Skip to content

Untuk Kamu

August 2, 2015

Kamu, aku pikir menjadi kamu sungguh luar biasa. Betapa beban kau lebur bersama helah nafasmu. Tak ku sangka, bahkan di dunia yang banyak pembicara kebaikan ini, manusia sepertimu masih ditusuk oleh lidah. Direjam melalui cemoohan.

Kamu, aku pernah merasa bahwa kamu adalah sosok yang kokoh. Dihempas gelombang hinaan, dihantam pandang yang menusuk pun kamu tetap tegar berdiri. Pun ketika aku meragukanmu, kamu mampu melewati semua duri keraguan yang orang sematkan padamu.

Kamu, ternyata menjadi sepertimu sangat susah. Baru satu prinsip hidupmu yang aku ikuti, sudah ada yang mulai mencemooh. Dan Kamu, iya Kamu, tak akan berpantang langkah untuk mundur, bukan?

Maka Kamu adalah sahabat yang bisa aku pergauli dengan baik. Kamu bisa jadi penasehat di kala aku ingin dikuatkan pada pandang yang mulai berkabut oleh dosa, dan langkah yang serasa ingin membelok.

Kamu, jadilah sahabatku. Dan semoga kita bertemu dalam surga-Nya.

***

Kalau memuji orangnya, saya tak bisa. Sebab pujian adalah racun keimanan. Jadi, biarlah tulisan ini saya persembahkan untuknya. Semoga kita bisa jadi sahabat dunia akhirat. Dan senantiasa istiqomah di jalan-Nya.

From → Mama Speaks, My Words

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: