Skip to content

Tips Agar di Bulan Puasa Tak Jadi Tambah Boros

June 9, 2016

Aku bersyukur memiliki suami dan mertua yang tak rewel soal makanan. Bahkan, suamiku menyarankan agar ramadhan nanti menunya biasa saja. Yang penting enak, katanya. Hal ini bertolak belakang dengan kebiasaan di keluargaku yang selalu bermewah-mewah dalam berbuka dan sahur.

Aku bersyukur lagi, sebab di saat menikah sudah bisa masak. Suami dan mertua begitu mengandalkanku untuk urusan dapur. Alhamdulillah, aku senang melihat keduanya makan begitu lahap. Memang, di saat para perempuan mulai lupa cara memegang perkakas dapur, keluargaku masih bersikeras bahwa perempuan harus bisa masak.

Awalnya aku malas.

Di usia remaja, aku belum bisa masak. Hanya bisa masak nasi goreng, meliwet nasi, dan membuat bumbu goreng untuk tahu tempe. Begitu sepele. Mbahku selalu bilang “Wong wedok ora iso masak iki ora ono gunane” (perempuan yang tak bisa masak itu tak ada gunanya).

Sarkastik memang, tapi aku menelaah kembali apa yang mbahku itu katakan. Di mata kuliah ilmu komunikasi, aku pernah mendapat pelajaran tentang hubungan antara laki-laki dan perempuan. Salah satu poin yang menjadi perhatianku adalah “Men are angry when they’re horny and hungry“. Sebab itulah, banyak para suami yang kadang merasa tak puas jika istrinya tak bisa memenuhi salah satu atau bahkan kedua poin itu.

Baiklah, lupakan sejenak soal laki-laki yang baik secara relijius. Pasti akan ada yang menganggap kedua hal itu tak akan begitu berpengaruh jika sang suami baik agamanya. Benarkah?

Ketika sesuatu sudah menjadi sifat primitif dari diri seseorang, akan susah dihapus jika memang tak terpenuhi. Sama seperti perempuan yang memiliki sifat dasar ingin dimengerti dan didengar, laki-laki pun memiliki kebutuhan serupa.

Maka, siapa yang tega membiarkan suaminya merasa kurang puas?

Baik, kembali ke persoalan memasak. Dengan kemudahan karakter suami dan mertua, aku pun bisa menghemat dalam berbelanja. Aku sudah ijin pada suami, kalau uang belanja ada sisa, uangnya akan ku tabung. Dan tak boleh diminta😀

Suami pun setuju. Ah dia itu, hampir setiap aku mengungkapkan keinginan pasti berusaha memenuhi. Untungnya istrinya ini sudah tak hedon lagi. Sudah membumi dan bisa mengelola uang yang diberinya.

Untuk buka puasa, aku hanya memasak satu atau dua jenis lauk + sayur, kadang ditambah sambal. Yang paling aku pentingkan adalah hidangan pembuka dan jus. Ya, kami tak pernah membeli jajanan takjil di luar. Setiap hari aku membuat jus dan jajan sendiri. Sederhana saja, misalnya crepes, pisang penyet, bakwan, atau bolu kukus.

Jika mau dihitung, kami tak pernah menghabiskan lebih dari 50rb untuk makan sehari. Sayuran ku beli langsung di pasar. Dengan uang 4 ribu rupiah, kami bisa mendapat ikatan bayam berukuran besar untuk dimasak dua hari, seikat kangkung untuk buka dan sahur (dimasak sendiri-sendiri, bukan dihangatkan), dan seikat caisin untuk buka dan sahur juga.

Itupun alhamdulillah begitu nikmat. Ditambah jus semangka, melon, pisang, tomat, dan wortel yang selalu ku hidangkan di saat buka dan sahur. Aku bersyukur, ramadhan kali ini bisa kami rayakan tanpa melupakan esensinya : menahan  hawa nafsu, termasuk nafsu ingin bermewah-mewah dalam hal makan.

Agak lucu, ketika pengeluaran di bulan ramadhan justru lebih besar dibanding bulan lainnya dengan dalih “Kan pas puasa butuh beli banyak jajan takjil, masakannya juga harus lebih enak”.

Apa iya, puasa membuat nafsu makan kita membludak?🙂

Ibnul Qayim Rahimuhullah mengatakan “Pada saat puasa, syahwat akan melemah. Namun, ketika kita berbuka dengan berlebihan, syahwat akan kembali bangkit. Bahkan, akan membangunkan syahwat lainnya yang tadinya tertidur.”

Semoga kita lebih bijak menyikapi ramadhan agar bisa menjadi lebih sabar dan qonaah. Sebab Allah menyukai hamba-Nya yang demikian. Toh kalau bisa hemat di bulan ramadhan, tabungan sisa uang belanja jadi lebih banyak kan? Hehehe

From → Mama Speaks, My story

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: