Skip to content

Bacaan Dewasa : Pentingnya Seks Bagi Suami Istri

January 30, 2018

Sebelum menikah, aku sudah tau teori istri yang baik. Harus patuh, taat, dan juga menjaga kehormatan suaminya. Namun ketika figrid (kehilangan kemampuan seksual) pasca keguguran, aku mendapat pemahaman baru bahwa seorang istri haruslah pandai dalam hal hubungan badan. 

Terkisah lah seorang sahabat di jaman rasul (cerita lengkap silakan googling). Sedari dulu, pernikahannya tak pernah langgeng dan sudah beberapa kali cerai. Hingga akhirnya ada seorang wanita yang bertanya, “Mengapa si fulan kerap bercerai dengan istrinya?”

Sahabat yang lain menjawab, “Karena masalah ranjang.”

Wanita itupun maju. Menyatakan bahwa dia pasti sanggup menjadi istri yang baik. “Aku adalah wanita yang subur dan mampu membangkitkan gairah suamiku.”

Alkisah, mereka pun menikah. Bahkan bisa punya enam orang anak. Dengan demikian, kegagalan pernikahan terdahulunya bukan karena si lelaki. Melainkan para istrinya yang tak mampu melayani.

Cerita ini cukup menohokku. Selama dalam masa tak bisa memuaskan suami, di situlah aku merasa kehancuran gairah hidup. Aku merasa sangat tertekan. Tanpa nafsu, akan jadi apa rumah tanggaku? Memang, ketika belum menikah, aku pikir seks bukanlah segalanya. Dengan berbekal niat ibadah, aku pikir kami akan baik-baik saja.

Tetapi kehilangan semangat bercinta menjadikanku sadar akan satu hal. Seks itu sangat penting. Gairah itu dibutuhkan dalam kehidupan berumah tangga. Aku tak ingin membahagiakan iblis yang melihat ranjang kami dingin tanpa hubungan halal suami istri. Jika tak ada nafsu, melakukan hubungan badan akan terasa bagai siksaan.

Berbagai cara ku lakukan. Ditambah aku menemukan hadits yang berbunyi “Sebaik-baik istri adalah yang mampu membangkitkan syahwat suaminya.” Hingga akhirnya aku menemukan cara tersendiri untuk meningkatkan libido. Mohon maaf caranya akan ku rahasiakan dan hanya pasangan suami istri sah sajalah yang akan ku beri tahu.

Clue : sehatkan badan, maka seluruh sel tubuh akan mengalami peremajaan kembali. Begitupun dengan gairah yang sempat padam pasti akan ikut berkobar lagi.

Jadi, mau pilih yang mana? Tetap menganggap diri sebagai istri soleha namun sering menolak suami? Atau istri yang berani ‘nakal’ pada suami dan mengundang ridho illahi? 😆

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: