Skip to content

Cara Mudah Menghadapi Musibah Agar Mengundang Berkah

February 25, 2018

“Musibah itu lebih ringan bagi orang yang bersyukur dan terasa berat bagi yang bersabar.” Kalimat ini ku dapatkan entah di mana. Aku lupa sumbernya. Apakah aplikasi hadits harian yang ku miliki di hape, atau islamic app lainnya. Tiba-tiba saja teringat untuk menuliskannya agar kelak bisa menjadi pengingat bagi diriku sendiri.

Awalnya aku berpikir keras. Maksudnya apa ya? Kok seperti mengecilkan sifat sabar. Akhirnya jawaban itu datang lewat cerita seorang ustad. Ketika kita terkena musibah dan merasa bersyukur, itu artinya kita ridho atas apapun yang Allah timpakan. Rasa syukur itu mengundang energi positif sekaligus rasa sabar. Tak ada penyesalan, tak ada keluhan atas musibah yang terjadi.

Dengan otomatis, rasa bahagia karena telah ‘disapa’ oleh Allah lewat musibah itu membuat kita lebih dekat pada-Nya. Berbeda dengan ketika kita merasa berat dan memilih bersabar. Belum tentu kita ikhlas. Oleh sebab itu, sebetulnya dianjurkan mengucap syukur setiap kali ditimpa musibah. Aku pernah mengikuti pelatihannya. Susah atau senang harus banyak mengucap syukur.

Contohnya, “Alhamdulillah, hari ini aku sakit. Jadi ada dosa deh yang diambil Allah.”

Seperti pengalamanku sendiri, meski awalnya panik, tapi akhirnya aku bersyukur kehilangan tas yang berisi kartu-kartu ‘sakti’. Aku bersyukur, seraya berdoa “alhamdulillah ya Allah, hanya tas yang hilang. Semoga kau ganti dengan proses penggantian isinya lebih mudah.”

Dan doa itu terkabul. Bahagianya dobel. Senang waktu ditimpa musibah, senang karena waktu gantinya Allah beri cash dan segera.

Meski demikian, tak ada yang salah dengan bersabar. Aku tipikal orang yang tak suka menceritakan musibah dan kesusahan hidupku. Meskipun pada keluargaku. Sebab aku pernah membaca hadits bahwa orang yang mengeluhkan masalahnya berarti telah kufur. Dia mengkerdilkan Allah. Jadi, sabar untuk tidak mengeluh adalah pilihan terbaik.

Dalam kelas JODOH (Just One Day One Hadits) yang pernah ku ikuti, ada satu hadits yang berbunyi “Hamba yang paling baik kedudukannya di akhirat adalah al hammaduun (orang yang paling banyak mengucap syukur)”.

Biasanya aku menceritakan musibah yang menimpaku setelah hal itu berlalu. Hanya tinggal mengenang, tak ada lagi genangan air mata 😀

Sedangkan Imam Ibnul Qayyim berkata, “Masing-masing dari orang faqir dan kaya harus menunaikan sabar dan syukur. Sebab, iman itu terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh lagi dalam syukur. Bisa jadi bagian kesabaran orang kaya itu lebih banyak, karena ia bersabar padahal ia mampu (untuk melakukan hal yang terlarang), sehingga kesabarannya lebih sempurna dibandingkan orang yang sabar karena ketidakmampuan (yakni orang faqir). Dan (demikian pula sebaliknya), bisa jadi kesyukuran orang faqir itu lebih sempurna.” [Madāriju’s Sālikīn, vol. II, 442-443.]

Sooo.. Hanya ada dua cara dalam menghadapi musibah. Sabar dan syukur. Bersyukur atas musibah yang Allah beri, dan bersabar untuk tidak mengeluhkannya. Semoga bermanfaat.

*yoctae*

Advertisements
Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: